Skip links

Investasi Sosial

Tanam padi perdana dalam Program Pertanian Terpadu yang turut didukung PT Bumi Suksesindo di Desa Sumberagung, Banyuwangi. [Foto: M. Afan Arisandi/BSI]
Merdeka berkomitmen mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama yang berada di wilayah operasi tambang kami, melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kontribusi Merdeka kepada masyarakat meliputi donasi, sponsorship, penelitian, pelatihan, dan berbagai investasi sosial berkelanjutan untuk membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat.

Kami menyadari bahwa kehadiran operasi tambang, selain memberikan dampak positif terhadap perekonomian setempat, dapat menciptakan ketergantungan masyarakat. Masyarakat di sekitar wilayah operasi tambang yang bekerja di luar sektor pertambangan, seperti pertanian, perkebunan, dan nelayan sering kali beralih profesi. Oleh sebab itu, salah satu fokus kami dalam investasi sosial adalah mengembangkan strategi kemandirian dengan mendukung sektor-sektor tradisional untuk terus tumbuh dan mandiri.

Merdeka menuangkan program investasi sosialnya dalam Dokumen Rencana Induk Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (RI-PPM), yang dilaksanakan di tiga wilayah operasi dan proyek Merdeka: Kabupaten Banyuwangi (Tambang Emas Tujuh Bukit), Pulau Wetar (Tambang Tembaga Wetar), dan Kabupaten Pohuwato (Proyek Emas Pani). Dalam program PPM tersebut, terdapat delapan pilar yang menjadi rujukan kami, dari tahap operasi sampai pascapenutupan tambang, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 41, Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat pada usaha Pertambangan dan Mineral. Delapan pilar tersebut adalah Pendidikan, Kesehatan, Tingkat Pendapatan Riil atau Pekerjaan, Kemandirian Ekonomi, Sosial-Budaya, Lingkungan, dan Penguatan Lembaga Komunitas, dan Infrastruktur.

Total kontribusi Grup Merdeka kepada masyarakat selama 2021 mencapai AS$3,6 juta. Kontribusi tersebut dilakukan melalui Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) oleh PT Bumi Suksesindo di Tambang Emas Tujuh Bukit (Banyuwangi, Jawa Timur), PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) di Tambang Tembaga Wetar (Pulau Wetar, Maluku Barat Daya); dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera di Proyek Emas Pani (Pohuwato, Gorontalo).

Pembangunan Jalan Rowojambe–Pulau Merah sepanjang 1,7 kilometer; bagian dari PPM PT Bumi Suksesindo. [Foto: M. Afan Arisandi/BSI]
Di sekitar wilayah operasi Tambang Emas Tujuh Bukit yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI), pembangunan infrastruktur masih menjadi porsi terbesar dari keseluruhan investasi sosial.

Pembangunan jalan Pulau Merah–Rowojambe di Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Jimur, akan memperlancar arus perekonomian, baik pertanian, perikanan, dan pariwisata ke dan dari lokasi pariwisata Pulau Merah dan Pantai Mustika. Dukungan infrastruktur juga meliputi pembangunan jembatan-jembatan, perbaikan saluran air, dan fasilitas sumber air bersih masyarakat.

Selain itu, BSI juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Pulau Merah dan Pantai Mustika. Pariwisata berbasis masyarakat ini akan menciptakan diversifikasi pendapatan bagi masyarakat nelayan dan mengurangi kerentanan ekonomi di masa-masa sulit melaut karena musim angin Barat, ketika nelayan tidak bisa melaut. Dukungan penyediaan perbaikan fasilitas pariwisata dan penguatan kelompok terus dilanjutkan.

Porsi besar lain dalam Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di Banyuwangi adalah bidang Pendidikan. Program pendidikan antara lain berupa pemberian beasiswa, dukungan guru honorer, taman belajar dan penyediaan bis sekolah, dan perbaikan sarana belajar mengajar. Sementara itu, bidang peningkatan pendapatan riil untuk mendukung penghidupan masyarakat berfokus pada penguatan kelompok-kelompok usaha masyarakat baik petani, nelayan, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), dan kelompok perempuan pengusaha.

BSI juga melanjutkan dukungan pelatihan dan pendampingan untuk peningkatan kapasitas produk UMKM dan pemasaran. UMKM Center di Desa Sumberagung dan pemasaran daring telah dimanfaatkan oleh para produsen industri rumah tangga untuk memasarkan produk.

Penyerahan bantuan buku pelajaran dari BKP-BTR di sekolah di Pulau Wetar. [Foto: Solaiman Yunus/BKP-BTR]
Berada di pulau terpencil, masyarakat Pulau Wetar mempunyai ketergantungan yang cukup besar pada operasi Tambang Tembaga Wetar yang dikelola PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR). Oleh karena itu, BKP-BTR memprioritaskan Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) pada peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal dan peluang usaha bagi masyarakat di dua desa terdampak, Lurang dan Uhak.

BKP-BTR menyerap produksi pertanian dan peternakan yang dihasilkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi seluruh karyawan dan kontraktor, sembari terus melakukan pendampingan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi secara terpadu dan berkelanjutan. Semua itu dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa, jika tidak dilakukan dengan hati-hati, kami dapat menciptakan ketergantungan masyarakat. Oleh sebab itu, BKP-BTR juga melakukan pengembangan produksi dan pemasaran madu hutan Wetar dan jambu mete yang sangat diminati pasar. Pada 2021, BKP-BTR telah memulai proses penguatan lembaga, pengembangan kapasitas, serta penelitian akses pasar produk madu dan jambu. Riset ini akan selesai pada 2022 dan dilaksanakan pada Program PPM 2022.

Infrastruktur, seperti penyediaan listrik dan fasilitas air bersih, juga menjadi porsi terbesar dalam anggaran PPM. BKP-BTR menyediakan kebutuhan listrik dan air bersih untuk 236 KK di Desa Lurang dan 98 KK di Desa Uhak. Begitu pula dengan biaya untuk mendukung kelembagaan masyarakat di Desa Uhak dan Lurang. Sejak 2021, BKP-BTR telah menempatkan pendamping lapangan untuk penguatan yayasan di Desa Uhak dan Lurang, terutama dalam hal perbaikan tata kelola, administrasi dan keuangan, perencanaan program, dan kemandirian.

Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di wilayah Proyek Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo, seiring dengan tahapan kegiatannya, jauh lebih kecil daripada program serupa di wilayah-wilayah operasi lain Merdeka. Sepanjang 2021, Proyek Emas Pani masih dalam tahap persiapan. Meskipun demikian, Merdeka sudah melakukan langkah-langkah awal yang signifikan supaya program PPM ke depan di tempat ini tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal untuk para pemangku kepentingan. Dengan dimulainya kegiatan konstruksi pada awal 2022, kegiatan PPM Proyek Emas Pani juga akan meningkat.

Laporan Keberlanjutan

Karya fotografi Sainuddin Arga (BSI) yang menjadi Favorite Winner dalam kompetisi foto Hari Bumi.

Kompetisi Karyawan Merdeka

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman web Anda.