Skip links

Komite

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

Komite Audit menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan keuangan lainnya;
  2. Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan;
  3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan akuntan publik atas jasa yang diberikan;
  4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan biaya jasa (fee);
  5. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal;
  6. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi;
  7. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan;
  8. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan potensi benturan kepentingan Perseroan; dan
  9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

Piagam Komite Audit

Anggota Komite Audit

Berdasarkan Keputusan Sirkuler tanggal 4 Februari 2020, Dewan Komisaris menunjuk Komite Audit dengan susunan sebagai berikut:

Budi Bowoleksono
Ketua
Aria Kanaka
Anggota
Ignatius Andy, SH
Anggota

Komite Nominasi dan Remunerasi dibentuk oleh Perseroan dalam rangka memenuhi peraturan OJK No. 34/ POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik (“POJK No. 34”). Komite Nominasi dan Remunerasi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris tanggal 30 Januari 2015 dengan tanggung jawab utama membantu Dewan Komisaris dalam menetapkan nominasi dan remunerasi bagi anggota Dewan dan pejabat eksekutif Perseroan.

Komite Nominasi dan Remunerasi terdiri dari 3 (tiga) anggota dan merangkap sebagai anggota Dewan Komisaris. Komite Nominasi dan Remunerasi diketuai oleh seorang Komisaris Independen, yang bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.

Masa tugas anggota Komite Nominasi dan Remunerasi tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan. Tugas dan tanggung jawab serta wewenang Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan diatur sesuai POJK No. 34

Piagam Komite Nominasi dan Renumerasi

Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi

Budi Bowoleksono
Ketua
Edwin Soeryadjaya
Anggota
Garibaldi Thohir
Anggota

Edwin Soeryadjaya

Warga Negara Indonesia, 69, ditunjuk sebagai Presiden Komisaris Perusahaan pada Juni 2016, setelah menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Perusahaan sejak tahun 2014. Beliau merupakan salah satu pebisnis nasional terkemuka dengan rekam jejak yang nyata di bidang otomotif, pertambangan batubara, perkebunan, perbankan, dan industri ritel setelah berkarya selama 15 tahun di Astra International, salah satu perusahaan konglomerasi yang memiliki diversifikasi terbesar di Indonesia yang didirikan ayahnya, dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Direktur Utama.

Pada tahun 1993, Beliau mendirikan Perseroan yang berfokus pada sumber daya alam, infrastruktur, dan produk konsumen. Pada 1995, dalam skema KSO yang dirancang oleh Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia, beliau sukses membawa tim Ariawest untuk mendapatkan kontrak KSO 15 tahun senilai AS$900.000.000.

Beliau saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Presiden Komisaris PT Adaro Energy Tbk (tambang batubara dan energi), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (menara telekomunikasi). Beliau juga menjabat sebagai Chairman (Non-Executive) di Interra Resources Limited (minyak & gas). Sebagai pendukung di bidang pendidikan sejak dulu, beliau masih aktif dalam komunitas tersebut sebagai salah satu pendiri dari Yayasan William Soeryadjaya dan Dewan Pengawas Yayasan Ora Et Labora.

Beliau dianugerahi Ernst & Young Entrepreneur of the Year pada tahun 2010.

Beliau meraih gelar Bachelor bidang Administrasi Niaga dari University of Southern California, USA, pada tahun 1974.

Garibaldi Thohir

Warga Negara Indonesia, 53, ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan pada Desember 2014, setelah menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 2012. Beliau adalah pebisnis dan eksekutif terkemuka di kalangan dunia usaha Indonesia, paling dikenal sebagai Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, perseroan pertambangan batubara terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2011, Beliau dinobatkan sebagai Businessman of the Year oleh Majalah Forbes Indonesia.

Beliau meraih gelar Bachelor of Science dari University of Southern California, USA, pada tahun 1988, dan gelar Master di bidang Administrasi Niaga dari Northrop University, Los Angeles, USA, pada tahun 1989.

Budi Bowoleksono

Warga negara Indonesia, 61, ditunjuk sebagai Komisaris Independen Perseroan pada tanggal 13 Januari 2020 berdasarkan Akta No. 45 tanggal 13 Januari 2020, dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta.

Beliau pensiun dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada tanggal 30 Mei 2019 dan saat ini fokus pada tugasnya sebagai Komisaris Independen Perseroan. Sebelumnya, beliau adalah seorang diplomat karier dengan masa kerja lebih dari 33 tahun di Kemlu Republik Indonesia, beliau memegang beberapa jabatan diantaranya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri. Penempatan beliau di luar negeri termasuk penugasan pada Perwakilan Tetap RI pada kantor Persatuan Bangsa-Bangsa di New York, Jenewa dan Wina. Beliau juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Amerika Serikat (2014-2019) serta diangkat sebagai Sekretariat Jenderal Kementerian Luar Negeri (2010-2014) dan di Kenya yang juga mencakup Kepulauan Seychelle, Mauritius, Uganda, UNEP dan UN Habitat (2008-2010).

Beliau memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Krisnadwipayana, Indonesia pada tahun 1984. Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan/atau pemegang saham utama.

Aria Kanaka

Warga Negara Indonesia. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Akuntansi dari Universitas Indonesia. Merupakan seorang Akuntan Publik dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang Akuntansi dan Audit. Pernah bekerja di Kantor Akuntan Publik Prasetio, Utomo & Co (Arthur Andersen) dan saat ini bekerja di Kantor Akuntan Publik Aria Kanaka & Rekan (firma anggota dari Mazars SCRL). Menjabat sebagai anggota Komite Audit Perusahaan sejak 30 Januari 2015.

Ignatius Andy, SH

Warga Negara Indonesia. Meraih gelar Sarjana Hukum dan memiliki keahlian di bidang hukum. Memiliki pengalaman kerja sebagai Konsultan Hukum di Kantor Makarim & Taira dan Hadiputranto, Hadinoto & Partners sebelum mendirikan Kantor Konsultan Hukum Ignatius Andy. Menjabat sebagai anggota Komite Audit sejak 30 Januari 2015.

Laporan Keberlanjutan

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman web Anda.