Penggerak BUMILOKA di Makarti Jaya Raih CSR & PDB Awards 2026
Program BUMILOKA yang dikembangkan BUMDes Sejahtera Bersama Makarti Jaya kembali mendapat pengakuan. Setelah dua tahun berturut-turut menerima penghargaan dalam kategori berbeda pada TOP CSR Awards 2025 dan 2026, kali ini Muhammad Zul Masrikail, Direktur BUMDes Sejahtera Bersama Makarti Jaya, menerima CSR & PDB Awards 2026 dalam kategori Mitra Binaan – Local Hero atas perannya mengembangkan BUMILOKA, yang dalam penjurian meraih nilai 93,5 dengan predikat Excellent.
Penghargaan yang diterima Muhammad Zul Masrikail tersebut tidak terlepas dari dampak yang dihasilkan BUMILOKA bagi masyarakat Desa Makarti Jaya. Sejak mulai dikembangkan pada Oktober 2024 hingga Agustus 2026, BUMILOKA mencatat omzet Rp4,5 miliar, dengan serapan 50-70% hasil produksi pertanian Desa Makarti Jaya dan laba bersih Rp792 juta. Sebanyak 28% dari laba bersih tersebut berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADes), yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan unit usaha dan kegiatan sosial masyarakat.
Dampak tersebut juga terlihat dari berbagai upaya meningkatkan efisiensi produksi pertanian. Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) membantu mengurangi penggunaan pupuk hingga 50% dan biaya pengujian lahan sebesar 40%. Sementara itu, sistem irigasi tetes (drip emitter) juga menghemat air sebesar 20% per bulan serta memangkas waktu penyiraman dan aplikasi nutrisi hingga 50%. BUMILOKA juga memanfaatkan lahan tidur untuk mengembangkan demplot baru, serta memanfaatkan residu dan limbah pertanian untuk mengolah lahan baru yang digunakan untuk budidaya sayur dan buah.
BUMILOKA, singkatan dari BUMDes Penggerak Motor Ekonomi Lokal, dikembangkan di Desa Makarti Jaya, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Program ini menjadi bagian dari komitmen PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah sekitar operasinya. Sebagai pengelola Pabrik AIM (Acid, Iron, Metal), bagian dari PT Merdeka Battery Materials Tbk, MTI mengolah pirit menjadi beragam produk di fasilitas yang berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.
Sebelum BUMILOKA dikembangkan, aktivitas BUMDes Sejahtera Bersama Makarti Jaya masih terbatas. Di sisi lain, produksi UMKM lokal juga masih rendah. Hanya 10 persen kebutuhan sayur dan buah yang dipenuhi dari produksi lokal, sementara 90 persen sisanya dipenuhi dari luar daerah. Kondisi ini menjadi peluang bagi BUMILOKA untuk memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal dan menghubungkan potensi desa dengan kebutuhan ekonomi di sekitarnya.
Melalui kepemimpinan Muhammad Zul Masrikail dan dukungan kemitraan MTI, BUMDes mulai mengembangkan unit usaha, salah satunya adalah BUMI DAYA atau Bumi Makarti Digdaya Agro Tani, yang fokus pada budidaya sayur dan buah. Unit usaha ini dikembangkan untuk memperkuat rantai pasok pangan lokal, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi. Hasil budidaya BUMDes utamanya memasok kebutuhan katering karyawan MTI, dan selebihnya dipasarkan kepada masyarakat.
Cara kerja BUMILOKA bersifat partisipatif dan berbasis praktik, dengan melibatkan pemerintah desa, pemuda, kelompok tani, masyarakat usia produktif, dan sektor industri. Selain mengembangkan usaha, program ini juga membangun kapasitas masyarakat melalui pendampingan langsung. Muhammad Zul Masrikail mentransfer pengetahuan dan pengalamannya, sementara area pertanian dan Pondok BUMI DAYA menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman mengenai pertanian, pengelolaan usaha, serta peluang ekonomi desa. Pemuda dan masyarakat usia produktif juga dilibatkan dalam pengelola usaha sebagai bagian dari upaya regenerasi.
Peran tersebut menjadikan Muhammad Zul Masrikail tidak hanya sebagai pengelola BUM Desa, tetapi juga sosok yang menghubungkan pengetahuan, potensi lokal, dan peluang kemitraan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang bisa dijalankan masyarakat. Atas perannya dalam mengembangkan BUMILOKA, ia menerima penghargaan tersebut pada 28 September 2026 di Jakarta. Ajang tersebut merupakan hasil kerja sama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kementerian Desa dan PDT) dan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF).
“Program BUMILOKA membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk tumbuh dan mandiri apabila mendapatkan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Zul Masrikail. “Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Desa Makarti Jaya yang telah bersama-sama membangun untuk kemajuan desa. Capaian ini menjadi motivasi kami untuk terus memperkuat ekonomi lokal dan menciptakan manfaat yang lebih luas.”
Sementara itu, Novaludin, Act Supervisor Community Relation MTI, menyampaikan bahwa keberhasilan TJSL tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana program mampu menciptakan kemandirian dan keberlanjutan. “Program BUMILOKA menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, BUM Desa, pemerintah desa, dan perusahaan dapat menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.”
*
