Skip links

Energi

[Foto: © Snapwire/Pexels]
Merdeka berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kami secara rutin menghitung besarnya energi yang dikonsumsi terhadap produk dalam operasi pertambangan kami. Selain itu, kami juga menghitung konsumsi sumber energi selain listrik seperti bahan bakar (bensin, solar, dan solar B30) dan acetylene.

Sejak 2020, Merdeka mulai mengunakan Biodiesel (Diesel B30) untuk mengurangi solar.  Biodiesel adalah pengganti minyak diesel yang bersih dan terbarukan. Penggunaan biodiesel meningkatkan keamanan energi, meningkatkan kualitas udara dan lingkungan, dan memberikan manfaat keselamatan.

Inisiasi efisiensi energi yang sudah diterapkan antara lain mengefisienkan energi pembangkit listrik, mengelola penggunaan energi puncak dan terendah, menggunakan panel surya pada lampu penerangan di pelabuhan internal, dan alat pemantau air permukaan. Merdeka sedang meninjau kelayakan teknis dan finansial untuk penggunaan sumber-sumber energi terbarukan.

Pada 2021, Tambang Emas Tujuh Bukit penggunaan listrik Tambang Emas Tujuh Bukit meningkat sebesar 32,8% atau 5,54 GJ/oz, dibandingkan 4,17 GJ/oz pada 2020.

Sejak 2020, Tambang Emas Tujuh Bukit mulai menggunakan bahan bakar solar B30 untuk pengoperasian alat berat, kendaraan ringan, dan genset, sehingga terjadi peningkatan penggunaan solar B30 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di Tambang Tembaga Wetar, konsumsi energi dan bahan bakar meningkat lebih dari dua kali lipat, sejalan dengan aktivitas produksi yang juga meningkat hampir empat kali lipat. Konsumsi energi di Tambang Tembaga Wetar hanya berdasarkan penghitungan energi Cakupan 1 karena seluruh energi yang dikonsumsi dibangkitkan secara mandiri (self-generated).

Konsumsi energi Tambang Tembaga Wetar dibagi menjadi: energi listrik yang sebagian besar dikonsumsi oleh pabrik pengolahan (process plant) dan energi bahan bakar minyak (BBM) solar untuk kegiatan penambangan. Di pabrik pengolahan, intensitas energi adalah 3.304 kWh/ton tembaga; turun 41,4% dibandingkan 5.647 kWh/ton tembaga pada 2020. Penurunan ini merupakan kombinasi dari tingginya efisiensi energi dan kandungan tembaga Pit Partolang. Untuk operasi penambangan, intensitas energi menurun 40,0% atau 1,27 kL/ton tembaga, dibandingkan 2,11 kL/ton tembaga pada 2020. Total energi yang dikonsumsi selama 2021 oleh Tambang Tembaga Wetar adalah 1.096 terajoule (TJ) sehingga menghasilkan intensitas energi sebesar 57,6 GJ/ton tembaga. Nilai ini lebih rendah 40,3% daripada intensitas energi 2020 yang sebesar 96,4 GJ/ton tembaga.

Salah satu inisiatif efisiensi energi selama 2021 adalah penggantian genset yang lebih hemat bahan bakar, yang berhasil mengurangi pemakaian solar sampai 10%. Tambang Tembaga Wetar juga menerapkan kampanye penghematan listrik untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca. Selain itu, Tambang Tembaga Wetar juga memasang 600 modul surya, bagian dari proyek rintisan  untuk menggantikan ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Kajian lebih lanjut untuk mengembangkan pemasangan panel surya di Pulau Wetar sedang dilakukan.

Tambang Tembaga Wetar juga berkontribusi bagi penyediaan listrik di Desa Lurang dan Uhak. Sepanjang 2021, 236 KK di Desa Lurang dan 98 KK di Uhak mendapatkan aliran listrik. Total biaya bahan bakar untuk kebutuhan listrik di kedua desa tersebut adalah sebesar AS$155.898.

Kebijakan Lingkungan

Laporan Keberlanjutan

Karya fotografi Sainuddin Arga (BSI) yang menjadi Favorite Winner dalam kompetisi foto Hari Bumi.

Kompetisi Karyawan Merdeka

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman web Anda.