Skip links

Grup Merdeka Bahas Pengembangan Tambang Emas Pani dan Digitalisasi Eksplorasi di Indonesia Miner 2026

Grup Merdeka turut berkontribusi dalam sesi diskusi Indonesia Miner Conference and Exhibition 2026, forum internasional sektor pertambangan. Dalam ajang yang mempertemukan pelaku industri, regulator, investor, hingga penyedia teknologi pertambangan ini, Grup Merdeka  menghadirkan dua pembicara untuk membahas pengembangan Tambang Emas Pani dan pemanfaatan teknologi digital dalam eksplorasi mineral.

Indonesia Miner 2026 berlangsung pada 5-7 Mei 2026 di The Westin Jakarta dengan mengusung tema “Mining with Meaning: Driving Progress through Responsibility and Intelligence”. Dihadiri lebih dari 1.800 delegasi internasional, acara ini menjadi salah satu forum pertambangan terbesar di Indonesia. Beragam isu dibahas dalam acara ini, mulai dari mineral kritis, transisi energi, pengembangan proyek tambang, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan industri.

Forum ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan dan transformasi industri pertambangan global, termasuk penerapan teknologi dan pengembangan proyek berkelanjutan.

Mewakili PT Merdeka Gold Resources Tbk, bagian dari Grup Merdeka, Zulfallah selaku Project Development Senior Manager hadir sebagai pembicara dalam sesi “Fireside Chat: Pani Heap Leach Project” bersama Metso. Dalam sesi tersebut, ia membahas perkembangan Tambang Emas Pani di Gorontalo yang dikembangkan sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dan Asia Pasifik.

“Kami telah menyelesaikan konstruksi dan komisioning fasilitas utama heap leach, termasuk infrastruktur pendukung seperti jalan tambang, pelabuhan, hingga fasilitas pengolahan,” ujar Zulfallah. “Saat ini operasi heap leach sudah berjalan dan menjadi fondasi pengembangan tahap berikutnya.”

Ia menjelaskan bahwa fasilitas heap leach di Pani dirancang dengan kapasitas awal 8 juta ton bijih per tahun dan akan ditingkatkan secara bertahap. Pada fase berikutnya, Pani juga tengah mengembangkan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. “Pengembangan CIL menjadi langkah strategis untuk meningkatkan recovery emas dan memperbesar kapasitas produksi Pani dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Zulfallah juga menyoroti pentingnya kolaborasi teknis dengan berbagai mitra teknologi untuk memastikan proses komisioning berjalan optimal. Menurutnya, dukungan teknis yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasional proyek.

“Dalam industri emas, reliability bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut keberlanjutan produksi dan efisiensi operasional,” ujar Zulfallah. “Karena itu, kami memilih teknologi dan dukungan OEM [Original Equipment Manufacturer] yang memiliki reputasi kuat.”

Selain pengembangan tambang emas, Grup Merdeka juga menyoroti transformasi digital di sektor eksplorasi mineral melalui presentasi Diki Nurul Huda, GIS (Geographic Information System) Technical Analyst PT Merdeka Copper Gold Tbk. Dalam sesi Empowering Mineral Exploration with Open-Source GIS: A Practical Workflow for Data Integration and Target Mapping”, Diki mengatakan bahwa kompleksitas data menjadi tantangan yang semakin besar seiring berkembangnya kegiatan eksplorasi dan operasional tambang. “Hampir seluruh aktivitas di industri pertambangan berbasis lokasi. Karena itu, GIS memiliki peran penting dalam memastikan data dapat terintegrasi, tervisualisasi, dan mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat,” ujar Diki.

Diki menjelaskan bahwa Merdeka mengembangkan platform M-GIS, yakni sistem berbasis open-source GIS yang mengintegrasikan QGIS, PostGIS, GeoServer, hingga Margin Maps untuk mendukung pengelolaan data eksplorasi secara real time.

Platform tersebut kini digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional, mulai dari regional mapping, drilling monitoring, hingga grade control di berbagai operasi tambang Grup Merdeka. “Pendekatan open-source memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam pengembangan workflow dan integrasi data. Sistem ini juga membantu meningkatkan kolaborasi lintas site dan mengurangi ketergantungan terhadap proses manual,” ujar Diki.

Melalui partisipasi dalam Indonesia Miner 2026, Grup Merdeka turut mendukung pengembangan industri pertambangan yang semakin terintegrasi, adaptif, dan berbasis inovasi. Paparan kedua pembicara menunjukkan bagaimana transformasi industri pertambangan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola teknologi, data, dan kolaborasi.

 

Foto-foto: Dua pembicara dari Grup Merdeka dalam Indonesia Miner Conference and Exhibition 2026.
By using our website, you hereby consent to our Disclaimer and agree to all of its terms.