MTI Perbaiki Akses Jalan Desa melalui Program JALU Desa
Jalan desa yang rusak: berlubang dan dipenuhi genangan air saat hujan, kerap memperlambat laju kendaraan dan menimbulkan kemacetan, terutama pada jam kerja dan sekolah. Kondisi ini menghambat aktivitas sehari-hari warga yang melintasi Jalan Lorong Makarti 1 di Desa Makarti Jaya dan Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Namun, sejak awal April 2026, proses perbaikan jalan mulai berlangsung di kawasan tersebut. Aktivitas perbaikan jalan memang sempat memperlambat lalu lintas, tetapi juga menandai dimulainya perubahan yang telah lama dinantikan warga.
Secara bertahap, PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), yang mengoperasikan Pabrik AIM (Acid, Iron, Metal) di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), memperbaiki akses jalan tersebut melalui program JALU Desa (Jalan Mulus untuk Desa). Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Perbaikan jalan dilakukan sejak 1 April 2026 selama dua minggu pada akses jalan desa selebar 6 meter sepanjang 275 meter. Jalan tanah yang rusak diganti menjadi beton setebal 20 sentimeter. Selanjutnya, pada 24–25 April 2026, dilakukan perbaikan drainase. Saluran air ditata ulang, jalur drainase dibersihkan, dan dipasang pipa crossing drainase, termasuk penyaring sampah di titik-titik strategis. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi potensi genangan air dan menjaga ketahanan jalan.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda desa, PT Global Arrow, PT Merdeka Mining Service (MMS), para subkontraktor, dan CV Morowali Jaya Mandiri. Pelaksanaan program diawali dengan survei lapangan dan koordinasi bersama berbagai pemangku kepentingan guna memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Novaludin, Community Relation Officer MTI menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. “Kami percaya pembangunan infrastruktur tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui program JALU Desa, MTI ingin tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.
“Program ini menjadi bentuk sinergi nyata antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah secara bersama-sama,” ujar Khairul Anam, Sekretaris Desa Makarti Jaya.
Irwansyah, salah satu pelaku UMKM penjual sayur di sekitar lokasi perbaikan jalan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan MTI terhadap pembangunan infrastruktur desa. “Setelah jalan selesai diperbaiki, akses menjadi lebih lancar dan pembeli mulai bertambah,” ujarnya.
Perbaikan jalan ini merupakan kelanjutan dari pembangunan jalan desa sepanjang 420 meter yang telah dilakukan MTI pada 2025 untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kehadiran infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan mampu menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih optimal.
Selain itu, program JALU Desa juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Ke depan, MTI akan terus mendorong pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi bersama berbagai pihak guna menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.