Grup Merdeka Mengirim Tim Siaga Bencana untuk Misi Kemanusiaan Gempa Flores
Grup Merdeka mengirim lima belas personel Emergency Response Group (ERG) untuk membantu penanganan bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim gabungan dari ERT di kelima site Grup Merdeka tersebut bergabung dalam Posko ESDM Siaga Bencana. Mereka akan mendukung kegiatan Search & Rescue (SAR), tanggap darurat, dan misi kemanusiaan bagi warga terdampak bencana.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Dari pusat gempa di timur laut Kabupaten Nagekeo, guncangan dan dampaknya menyebar hingga Alor, Ende, Ngada, dan Maumere. Desa Wae Bangka di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, adalah salah satu wilayah dengan dampak terparah. Gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1, terjadi lebih dari 2.700 kali hingga 19 Agustus 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berdasarkan data Kementerian Kesehatan, melaporkan korban gempa sebanyak 70 orang meninggal dunia dan 1.182 orang luka-luka. Sebanyak 11.925 rumah rusak dan total pengungsi mencapai 40.040 jiwa, baik yang mengungsi secara mandiri maupun tinggal di posko penanggulangan bencana daerah. BNPB menetapkan masa tanggap darurat selama dua sampai tiga pekan, dengan fokus pada pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dan pemulihan akses dan infrastruktur.
Untuk mendukung upaya tersebut, tim ERG Merdeka bersama belasan tim dari berbagai perusahaan lain terlibat dalam misi kemanusiaan dalam koordinasi ESDM Siaga Bencana, yang berperan mengoordinasikan berbagai dukungan tanggap darurat, termasuk mobilisasi personel, pencarian dan penyelamatan, dukungan medis, bantuan logistik, serta komunikasi.
Tim ERG Merdeka diberangkatkan ke Kota Ende di Pulau Flores melalui dua jalur. Personel ERT dari Tambang Tembaga Wetar, Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), Tambang Emas Pani, dan Pabrik AIM (PT Merdeka Tsingshan Indonesia) menempuh jalur Kupang dan berangkat pada 18 Agustus 2026.
Setibanya di Kupang, Pulau Timor, keesokan harinya, sesuai arahan ESDM Kupang, tim melanjutkan perjalanan dengan kapal Darma Rucitra. Perjalanan laut selama delapan jam dari Pulau Timor ke Pulau Flores ditempuh karena saat keberangkatan Bandara Ende dikabarkan masih ditutup hingga 19 Agustus. Begitu tiba di Kota Ende pada Kamis, 20 Agustus, tim akan langsung menuju Posko ESDM Siaga Bencana 3 di Kabupaten Nagekeo. Di sana, seluruh tim ERG Merdeka dari dua jalur keberangkatan akan bertemu, termasuk dengan tim PT Bumi Suksesindo (BSI) dari Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur. Sebelumnya, personel ERT BSI sudah tiba di Labuan Bajo, Pulau Flores, pada 18 Agustus. Keesokan harinya mereka membantu di Posko ESDM Siaga Bencana 1 di Kecamatan Lamba Leda, sebelum bergerak menuju Posko ESDM Siaga Bencana 3.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan bahwa keterlibatan tim ERG merupakan bentuk kepedulian Grup Merdeka. “Dalam situasi tanggap darurat seperti ini, kehadiran dan kemampuan personel kami sangat dibutuhkan,” ujarnya. “Kami berharap tim ERG Merdeka dapat mendukung upaya penyelamatan dan pemulihan masyarakat terdampak.”
Mewakili seluruh tim ERG Merdeka, Siswoyo, OHS and CRM Assistant Manager PT Merdeka Copper Gold Tbk, menyatakan kesiapan seluruh personel. “Kami membawa kemampuan dan pengalaman tanggap darurat dari masing-masing site untuk membantu sesuai kebutuhan di lokasi bencana,” ujarnya. “Prioritas kami adalah keselamatan, koordinasi, dan memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada masyarakat yang terdampak.”