Skip links

MDKA dan EMAS Tandatangani Perjanjian Penjualan Emas dengan ANTAM

PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) melalui PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM). Penandatanganan dilakukan pada 4 Maret 2026 di Hotel The Darmawangsa, Jakarta Selatan.

Perjanjian ini berlaku selama dua tahun dengan total volume transaksi 3 metrik ton (hampir 100.000 ounces emas per tahun) dengan opsi penambahan hingga 3 metrik ton per tahun. Dalam kerja sama ini, BSI dan PETS bertindak sebagai penjual, sementara ANTAM sebagai pembeli emas granula hasil pemurnian domestik.

Produksi emas Grup Merdeka yang tercakup dalam perjanjian ini berasal dari dua operasi utama Grup Merdeka, yaitu Tambang Emas Tujuh Bukit yang beroperasi sejak 2017 dan dikelola BSI di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Tambang Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo yang dikelola salah satunya oleh PETS.

Tambang Emas Pani merupakan operasi tambang terbaru Grup Merdeka. Tambang ini melakukan penambangan pertamanya pada Oktober 2025 dan melalui proses heap leach berhasil menuangkan emas perdananya pada 14 Februari 2026. Pada 27 Februari 2026, tambang ini juga telah mengirimkan 44,04 kilogram emas dalam bentuk dore bullion ke ANTAM untuk pemurnian perdana. Penjualan pertama emas murni berdasarkan GSPA ini ditargetkan terlaksana sebelum akhir Maret 2026.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Grup Merdeka di dalam negeri, sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok industri emas nasional. “Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ujar Albert.

Direktur Komersial ANTAM, Handi Sutanto, menambahkan bahwa kerja sama ini mencerminkan penguatan kedaulatan emas nasional, di mana hasil tambang Indonesia diolah menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat. Produk emas batangan ANTAM telah mendapat akreditasi London Bullion Market Association (LBMA). Melalui kemitraan ini, integrasi rantai pasok emas nasional diharapkan semakin kuat.

Ke depan, dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani serta dukungan kemitraan strategis, Grup Merdeka optimistis dapat terus meningkatkan kontribusinya terhadap industri emas nasional.


Foto utama: Perwakilan MDKA, EMAS, dan ANTAM dalam penandatanganan perjanjian pada 4 Maret 2026.

By using our website, you hereby consent to our Disclaimer and agree to all of its terms.