

Tambang Tembaga Wetar merupakan satu-satunya tambang di Indonesia yang menghasilkan katoda tembaga secara langsung. Tambang ini dioperasikan oleh PT Batutua Kharisma Permai (BKP), pemegang izin usaha pertambangan, dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR), pemegang izin usaha industri untuk mengolah hasil tambang menjadi katoda tembaga. Kedua perusahaan tersebut beroperasi di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.
Sejak diakuisisi oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk pada 2018, Tambang Tembaga Wetar terus dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi operasi dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya. Berbagai program peningkatan kinerja terus dilakukan, termasuk pengembangan teknologi pengolahan bijih yang mendukung keberlanjutan operasi tambang dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Grup Merdeka mengembangkan Pabrik AIM (Acid, Iron, Metal) di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Pabrik yang dikelola PT Merdeka Tsingshan Indonesia ini mengolah pirit berkualitas tinggi dari Wetar menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk asam sulfat, pelet bijih besi, spons tembaga, katoda tembaga, hidroksida timbal-seng, emas doré, dan perak. Pengiriman pirit dari Wetar ke Pabrik AIM merupakan bagian dari upaya konservasi mineral untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus mengurangi limbah.


